Android developer

Jika kamu menjadi seorang developer Android berarti kamu akan dapat membuat aplikasi Android yang tentu saja akan dapat diinstall dan digunakan di smartphone Android, baik melalui Play Store maupun melalui apk langsung. Namun menjadi developer Android memerlukan beberapa skill, apalagi jika kamu ingin menjadi salah satu ahlinya.

Saat ini, ada banyak aplikasi Android buatan lokal yang kualitasnya sudah mendunia, kita sebut saja Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, Tiket.com, Pegipegi, dan banyak lainnya. Kita bisa melihat bagaimana aplikasi tersebut dapat secara mudah digunakan, desain yang bagus, dan penempatan layout yang rapi. Kamu pasti ingin membuat aplikasi seperti itu, bukan?

Berikut ini beberapa hal dasar menurut kami supaya kamu bisa dengan mudah dan tetap semangat mempelajari pemrograman atau programming Android:

1. Kamu harus paham Bahasa Inggris

Memang saat ini sudah banyak tutorial atau buku pemrograman bahasa Indonesia. Namun tetap saja informasi paling terbaru dan terupdate sumbernya akan berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris yang pas-pasan pun sebenarnya tidak masalah, asalkan kamu dapat memahami apa maksud dan arti pada tutorial yang kamu baca. Google Translate selalu dapat membantu jika kamu kesulitan untuk memahami beberapa kata atau kalimat.

Dengan kemampuan bahasa Inggris, kamu pun dapat dengan mudah bertanya kepada para expert melalui website seperti di stackoverflow, webinar, atau forum-forum Android lainnya.

2. Baca dokumentasi resmi

Setelah kamu punya kemampuan dasar bahasa Inggris, kamu harus terbiasa untuk selalu membaca dokumentasi pemrograman Android di developer.android.com.

Semua hal dan API yang berkaitan tentang Android sudah cukup lengkap ditulis di website dokumentasi tersebut. Hal yang cukup kamu lakukan adalah mengetahui dimana dan bagian mana yang harus kamu baca.

Kami menyarankan Anda untuk mulai membaca pada bagian App Basics di menu Guides. Di bagian tersebut, dijelaskan bagaimana kamu menjalankan “Hello World”, membuat halaman aplikasi yang sederhana, menjalankan activity lain, Android manifest, dan permissions, serta berkenalan dengan komponen dasar pada Android, misalnya activity lifecycle, fragment, view, viewGroup, dan lainnya.

3. Sering praktek atau berlatih

Tidak ada guru yang lebih baik dibandingkan pengalaman. Sebanyak apapun bacaan yang telah kamu selesaikan, akan mudah lupa begitu saja kalau tidak dipraktekkan. Setelah kamu membaca tutorial, segeralah buka Android Studio, dan pratekkan!

Aplikasi Android yang kamu buat pertama kali mungkin tidak sebagus apa yang kamu rencanakan, tapi itu lebih baik daripada tidak memulai sama sekali.

Jika Anda tipe orang yang senang belajar sambil praktek, kami sarankan untuk mencoba codelabs, platform belajar yang disediakan oleh Google.

Pada codelabs, biasanya kamu hanya cukup mengunduh contoh source code setengah jadi dan kemudian kamu dapat melengkapinya dengan mengikuti tutorial langkah demi langkah. Cobalah untuk memahami keseluruhan maksud kode yang ada pada source code tersebut.

4. Jangan memulai dari aplikasi yang sulit

Kebanyakan developer Android ingin membuat aplikasi pertama yang sempurna. Hal ini didasari dengan aplikasi yang mereka lihat di Play Store, yang tentu saja dibuat dengan jumlah resource dan cost yang tidak sedikit. Jangan dibandingkan dengan kamu yang baru mulai membuat aplikasi.

Penulis ingat, pertama kali aplikasi yang penulis buat adalah aplikasi yang sangat sederhana, sebuah comic reader yang dapat dibilang hanyalah image viewer di WebView. Aplikasi yang sederhana ini membuat penulis puas dan ingin mencoba membuat aplikasi lain yang lebih bagus. Inilah proses belajar yang baik, memulai dari yang sederhana, sambil terus memperbaiki kesalahan kode yang sudah dibuat.

5. Tetapkan deadline

Membuat aplikasi tanpa deadline biasanya akan membuat kita berleha-leha dan malas untuk menyelesaikan aplikasi tersebut. Cobalah menetapkan deadline pada setiap fitur yang kamu rencanakan.

Belajar sambil mencari penghasilan biasanya sangat ampuh untuk dapat membuat skill coding Android kamu terasah. Kamu bisa mencari project freelance, bekerja atau magang di suatu perusahaan IT, atau membuat startup sambil mengajak investor. Dengan adanya finansial yang akan didapat jika kamu menyelesaikan suatu aplikasi, akan membuat kamu memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengerjakannya dengan baik dan disiplin.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here