Grafik Saham

Jumlah investor saham terus naik setiap tahunnya. Mungkin kamu adalah salah satu orang yang juga berencana untuk menjadi investor saham.

Sebelum kamu terjun ke investasi saham, alangkah baiknya kamu memperhatikan dan memahami langkah penting untuk memulai transaksi saham berikut ini:

1. Daftar ke sekuritas favorit kamu

Langkah paling awal untuk memulai bertransaksi saham adalah dengan membuat akun di sekuritas atau broker saham. Dengan membuat akun di sekuritas, kamu dapat melakukan transaksi jual beli saham dan juga menerima deviden dari emiten yang kamu miliki sahamnya. Contoh sekuritas yang cukup terkenal adalah IndoPremier Sekuritas, BNI Sekuritas, Stockbit atau Sinarmas Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Cara pendaftarannya pun bervariasi tergantung sekuritas mana yang kamu pilih. Ada yang pendaftarannya bisa melalui online, ada juga yang pendaftarannya masih menggunakan cara manual seperti harus datang ke bank / kantor sekuritas dan mengisi formulir.

Selain cara pendaftarannya berbeda, fee yang diterapkan pada setiap transaksi pun beragam. Kamu dapat membandingkannya dengan mudah dengan melihat dari website resmi sekuritas-sekuritas tersebut.

Namun satu hal yang paling penting, yaitu kemudahan dalam membeli dan menjual saham. Beberapa sekuritas mempunyai akun demo pada web atau aplikasi yang disediakan. Kamu dapat dengan mudah menjajal aplikasi tersebut dengan transaksi yang seolah-olah real. Jika kamu akan lebih sering menggunakan handphone untuk melakukan transaksi, pilihlah sekuritas yang memilih mobile app yang bagus dan mudah digunakan.

Setelah kamu mendaftar sekuritas, selanjutnya kamu akan mendapatkan rekening dana investor atau rekening dana investasi untuk kamu gunakan dalam bertransaksi nantinya. Rekening ini sebenarnya adalah rekening bank yang dibuatkan oleh sekuritas. Tentu saja rekening ini tidak memiliki ATM, karena rekening ini khusus digunakan untuk berinvestasi.

2. Isi saldo ke rekening dana investor / nasabah (RDI / RDN)

Untuk dapat melakukan transaksi, kamu memerlukan modal. Modal awal minimal yang diperlukan pun bervariasi tergantung pada sekuritasnya, ada yang hanya memerlukan modal awal Rp100.000 saja loh!

Cara untuk menanamkan modal adalah dengan melakukan topup ke rekening dana investor atau nasabah (RDI / RDN) yang sudah diberikan oleh sekuritas. Karena RDI ini berupa rekening bank, maka topup pun dilakukan dengan cara bank transfer ke nomor rekening yang telah diberikan.

Setelah kamu melakukan topup, selanjutnya di balik layar semua transaksi saham akan dilakukan di rekening ini.

Kamu juga akan mendapatkan akun di perusahaan sekuritas. Akun ini digunakan untuk melakukan login di website atau aplikasi yang disediakan.

3. Antri beli atau jual di orderbook

Orderbook BBRI
Orderbook atau antrian pada emiten BBRI

Di aplikasi sekuritas, kamu dapat dengan mudah melakukan transaksi jual atau beli saham. Banyak sekali perusahaan atau emiten yang dapat kamu pilih. Mulailah dengan membeli saham emiten yang kamu kenal dan produknya kamu temukan di kehidupan sehari-hari, misalnya Telkom (TLKM), Bank BCA (BBCA), Ace Hardware (ACES) Jasa Marga (JSMR), Unilever (UNVR), Mayora (MYOR), dan lainnya.

Perusahaan yang produknya mudah kamu temui, menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar dan eksistensi yang bagus, yang membuat kamu aman untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Bertransaksi saham sebenarnya sama saja dengan bertransaksi barang. Harus ada penjual dan juga pembeli yang sepakat pada suatu harga tertentu. Jika ingin membeli suatu saham, kamu harus menentukan harga yang kamu inginkan dan selanjutnya kamu akan mengantri di harga tersebut di orderbook. Oh ya, minimal kamu harus bertransaksi 1 lot ya, atau 100 lembar saham.

Saham yang sudah diantrikan untuk dibeli, akan menunggu penjual yang juga mengantri untuk membeli saham di harga yang sama saat kamu antri beli.

Proses yang sama pun dilakukan pada saat kamu ingin transaksi jual saham. Kamu harus mengantri dan menunggu pembeli yang menginginkan saham tersebut di harga yang sama. Sederhana bukan?

4. Pahami keuntungan dan fee pada setiap transaksi

Menghitung keuntungan sangat sederhana. Misal pada bulan lalu kamu membeli saham UNVR sebanyak 1 lot dengan harga Rp8.000 / lembar, maka modal kamu untuk beli UNVR adalah Rp800.000 (1 lot = 100 lembar).

Kemudian setelah kamu cek hari ini, harga per lembar UNVR adalah Rp8.200, maka nilai saham UNVR yang kamu miliki adalah sebesar Rp820.000. Kamu memiliki keuntungan (floating profit) sebesar Rp20.000 atau 2.5%.

Namun kamu juga perlu memperhatikan fee pada saat transaksi beli dan jual. Jangan sampai keuntungan yang kamu dapatkan lebih kecil daripada fee yang harus kamu bayar ke sekuritas. Contoh pada BNI Sekuritas, fee untuk jual saham adalah 0,27% dari total transaksi jual, sedangkan fee beli saham adalah 0,17% dari total transaksi beli.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here